Buku “Pertanian Kepulauan Berbasis Kearifan Lokal” menyajikan telaah mengenai strategi ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah kepulauan melalui kacamata tradisi. Buku ini mengeksplorasi bagaimana pengetahuan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun menjadi kunci adaptasi masyarakat terhadap tantangan ekologis yang didalamnya memberikan gambaran umum mengenai Urgensi Kearifan Lokal dalam Pembangunan Pertanian potensi dan tantangan pertanian di wilayah kepulauan, membahas definisi, dimensi, dan nilai-nilai filosofis dari kearifan lokal, menganalisis karakteristik fisik kepulauan, mulai dari keterbatasan lahan, kerentanan terhadap perubahan iklim, hingga dinamika sosial masyarakatnya, menginventarisasi berbagai bentuk kearifan lokal, baik yang berupa tradisi lisan, teknologi sederhana, hingga sistem kalender tanam yang adaptif, menampilkan contoh nyata penerapan tradisi pertanian di berbagai wilayah Indonesia (seperti sistem Sasi di Maluku, terasering di Bali), menjelaskan peran kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan pertanian berkelanjutan, merumuskan langkah-langkah strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam kebijakan formal, sehingga kearifan lokal tidak lagi terpinggirkan oleh teknologi modern serta menyusun kerangka kerja praktis untuk memberdayakan petani di pulau-pulau kecil. Kiranya buku ini menjadi referensi bagi akademisi, praktisi pembangunan, serta pengambil kebijakan yang peduli pada kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan.