Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus optimisme. Keprihatinan, karena hingga kini masyarakat di kepulauan Maluku masih sangat bergantung pada beras, meskipun alam menyediakan beragam sumber pangan bergizi. Optimisme, karena potensi pangan lokal, mulai dari sagu, sukun, pisang tongka langit, keladi, hasil laut, hingga rempah sesungguhnya mampu menopang ketahanan pangan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
Dalam buku ini, kami berupaya merangkum hasil kajian, pengalaman lapangan, serta pandangan para peneliti dan praktisi agar dapat dipahami secara komprehensif. Harapan kami, buku ini tidak hanya bermanfaat bagi kalangan akademisi, mahasiswa, dan peneliti, tetapi juga menjadi bahan bacaan yang memotivasi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk lebih mencintai, mengolah, dan mengembangkan pangan lokal.